KARTINI, PANDEMI COVID-19, dan OMNIBUS LAW CIPTA KERJA

Poster-01

Bulan April adalah bulan KARTINI yang setiap tahunnya hari KARTINI diperingati pada tanggal 21 April tepat pada hari kelahiran R.A. Kartini. Sebagai pahlawan bangsa R.A. Kartini senantiasa menjadi sumber inspirasi emansipasi bagi kaum perempuan Indonesia. Kata bijak beliau “Habis Gelap Terbitlah Terang” selalu menjadi penyemangat yang tak akan pernah lekang oleh waktu dan memiliki arti yang sangat istimewa bagi perempuan Indonesia khususnya menghadapi segala bentuk tantangan yang ada.

Di bulan April tahun 2020, tepatnya pada tanggal 30 April 2020, PUSAT STUDI HAK ASASI MANUSIA, UNIVERSITAS SURABAYA (PUSHAM UBAYA) bekerja sama dengan The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia memperingati hari Kartini dalam Dialog Publik (talkshow) daring dengan topik: “KARTINI” SAAT PANDEMI COVID-19 DAN JELANG OMNIBUS LAW CIPTA KERJA. Acara ini berlangsung dengan sukses dibuka secara resmi oleh Ketua PUSHAM UBAYA Dr. Sonya Claudia Siwu, S.H., M.H., LL.M. dan dihadiri oleh Direktur AMAN untuk Indonesia, Dwi Rubiyanti Kholifah, M.A.

Para narasumber dalam dialog publik ini adalah:  Dwi Rubiyanti Kholifah, M.A. (Direktur AMAN Indonesia), Hari Putri Lestari, S.H., M.H. (Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur-Komisi E (Kesra) DPRD), Nining Elitos (Ketua Umum Konfederasi KASBI), Dr. Elfina L. Sahetapy, S.H., LL.M. (Criminolog & Victimologist Fakultas Hukum UBAYA) dan Dian Noeswantari, S.Pi., M.PAA. (staff peneliti PUSHAM UBAYA). Dialog publik ini dipandu oleh Yeni Lutfiana (Koordinator AMAN Wilayah Jawa Timur) sebagai moderator.

Antusiasme para peserta yang terlibat dalam dialog sangat tinggi. Peserta hadir dari berbagai kalangan, tidak hanya aktivis buruh dan aktivis perempuan para stake holders PUSHAM UBAYA tetapi juga para akademisi (dosen dan mahasiswa) dari berbagai daerah. Perayaan hari Kartini ini dapat dikatakan juga dalam rangka menyambut hari Buruh yang jatuh pada tanggal 1 Mei setiap tahunnya sehingga materi dialog juga menyinggung bahasan mengenai pro kontra Omnibus Law dari perspektif kepentingan para buruh perempuan.

Poster-01

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *