Festival HAM 2016 Merayakan Praktik Pancasila di Tingkat Lokal

IMG_1283
IMG_1247
IMG_1206
IMG_1228

Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Surabaya (PUSHAM UBAYA) ikut berkontribusi sebagai peserta dalam Festival HAM 2016 di Bojonegoro. Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai di padati peserta pada pukul 8 pagi, tampak aktifitas perserta melakukan registrasi. Kegiatan ini hadiri oleh berbagai kalangan mulai dari akademisi hingga lembaga pemerintahan. Festival HAM 2016 adalah forum ke-3 yang diadakan oleh INFID bersama lembaga-lembaga yang berkomitmen untuk memajukan Kota/Kabupaten HAM di Indonesia. Forum yang berbentuk Festival ini diadakan di Bojonegoro, Jawa Timur, 30 November – 2 Desember 2016.

Kegiatan ini berangkat dari ide bahwa Tanggung Jawab Pemenuhan, Perlindungan, dan Penghormatan HAM bukan hanya dipegang oleh pemeritah pusat, namun juga Pemerintah Daerah. Di Indonesia, beberapa daerah telah menyatakan komitmennya untuk menjadi Kabupaten/Kota HAM (Human Rights Cities), antara lain kabupaten Wonosobo, Kabupaten Bojonegoro, Kota Palu, Kota Bandung, Kabupaten Lampun Timur dan lain-lain. Tujuan dari kegiatan Festival ini adalah menjadi tempat berbagi pengalaman, ide, inovasi, pratik-praktik yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah bersama-sama dengan pemangku kepentingan lain dalam rangka penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia.

Mengapa Bojonegoro?

Membangun kehidupan yang menjujung tinggi HAM bukan hanya tentang hari ini, tetapi juga bagaimana melupakan pengalaman buruk di masa lalu, mengambil hal yang menguatkan dan bertekad untuk meraih hidup yang lebih baik. Sejarah Bojonegoro adalah sejarah kemiskinan dan konflik. Kondisi alamnya keras, tetapi juga tempat dimana ada 20% cadangan minyak nasional. Apabila kami tidak melakukan sesuatu, maka ancaman disintegrasi, radikalisasi, dan terpenuhinya HAM adalah nyata dan dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *